ILMU MANAJEMEN

MANAJEMEN UMUM

DAN

BIDANG-BIDANG MANAJEMEN

                            Penulis: Drs.Yayat

Penyunting Materi: Dra. Endang Sri Rahayu/Drs.Nurhalim Sabang, MM, M.Pd
Penyunting Media: Drs.Suharto Lasmono

Di Posting Oleh : Wafiyul Himam (himam_w@yahoo.co.id)

DAFTAR ISI

1. IDENTITAS

2. DAFTAR ISI

3. PENDAHULUAN

Kegiatan Belajar 1:
MANAJEMENUMUM
A.PengertianManajemen
B.PrinsipManajemen
C.TingkatanManajemen
D.FungsiManajemen
TUGASKEGIATAN1

KegiatanBelajar 2:
BIDANGMANAJEMENDANKEWIRAUSAHAAN
A.Bidang-bidangManajemen
B.Kewirausahaan
TUGASKEGIATAN2

4. PENUTUP
Ringkasan
Tindaklanjut
-KunciTugas
-DaftarKata-kataPenting

5. DAFTAR PUSTAKA

PENDAHULUAN

Selamat berjumpa kembali dengan modul ekonomi, apa kabar? Mudah-mudahan kita senantiasa sehat walafiat dan dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Modul yang akan Anda pelajari ini berisi materi Manajemen Umum dan Bidang-bidang Manajemen. Di dalamnya terdapat 2 kegiatan belajar. Pada Kegiatan Belajar pertama berisi Pengertian, Prinsip, Tingkatan dan Fungsi Manajemen. Sedangkan pada Kegiatan Belajar yang kedua terdapat materi-materi Manajemen Perkantoran, Manajemen Produksi, Manajemen Pemasaran, Manajemen Keuangan, Manajemen Personalia dan Kewirausahaan.

Materi dari modul ini sangat penting untuk Anda pelajari dan pahami. Sebab secara umum setelah mempelajari materi dari modul ini, Anda akan dapat memahami manajemen dan bidang-bidang manajemen. Selain itu, dengan mempelajari modul ini Anda akan dapat menjelaskan pengertian manajemen, menyimpulkan prinsip manajemen, menyebutkan tingkatan-tingkatan manajemen dan menyimpulkan kegiatan menurut fungsi manajemen. Anda juga diharapkan dapat menguraikan permasalahan manajemen produksi, manajemen pemasaran, manajemen keuangan dan manajemen personalia. Tak ketinggalan pula dengan mempelajari modul ini Anda dapat menjelaskan pengertian, peranan, ciri , syarat dan bidang usaha dalam kewirausahaan.

Manfaat lain dari mempelajari materi modul ini, terutama bagi Anda yang memiliki cita-cita menjadi wiraswastawan atau wiswastawati termasuk juga pengusaha, akan dapat membekali Anda dalam mempersiapkan diri. Apalagi sekarang ini jangan terlalu banyak berharap menjadi karyawan/karyawati di perusahaan, karena para pencari kerja sangat banyak serta melebihi daya tampung lapangan kerja yang ada. Anda juga jangan terlalu berharap jadi pegawai negeri. Sebab lowongan kerja untuk calon pegawai negeri sangat sedikit.

Oleh karena itu, pilihan untuk menjadi wirausaha menjadi hal yang paling menguntungkan. Dan dengan mempelajari materi dari modul ini, Anda akan mendapatkan pengetahuan yang sangat penting.

Materi ini secara tidak langsung akan memberi gambaran bahwa apabila Anda mempunyai tujuan, maka untuk mencapainya perlu perencanaan yang matang dan perlu dievaluasi bahkan dikontrol apakah setiap kegiatan sudah sesuai dengan rencana.

Sehubungan dengan sangat pentingnya isi dari modul ini, maka Anda harus mempelajarinya dengan tekun dan teliti. Bila perlu baca berulang-ulang pada bagian yang terasa sulit. Catat kata atau kalimat yang dianggap penting dan susah dipahami, terutama mengenai permasalahan dalam setiap bidang manajemen. Juga mengenai peranan, ciri dan syarat wirausaha jangan sampai Anda lalaikan. Jangan lupa kerjakan setiap tugas atau pertanyaan pada modul supaya Anda cepat memahami isinya.

Cobalah Anda pahami seluruh materi dari modul Manajemen Umum dan Bidang-bidang Manajemen ini dalam waktu 10 x 45 menit.

Akhirnya saya ucapkan selamat belajar, semoga dapat memahami seluruh materi dari modul ini.


MANAJEMEN UMUM

Setelah Anda mempelajari kegiatan belajar pertama ini, diharapkan dapat:
– menjelaskan pengertian manajemen,
– menyimpulkan prinsip manajemen,
– menyebutkan tingkatan-tingkatan manajemen,
– menyimpulkan kegiatan menurut fungsi manajemen.
Anda selama di kelas dua telah menyelesaikan pemahaman beberapa modul. Modul yang Anda pelajari ini merupakan modul terakhir. Apakah Anda telah siap mempelajari isi modul ini? Saya harap Anda mempelajari modul ini dalam suasana yang tenang tanpa ada rasa terpaksa dan malas.

Sebagai pengantar bahasan materi kegiatan belajar 1 tentang Manajemen Umum ini, coba Anda amati gambar suasana terminal di bawah ini!

Dari gambar 1.1 tersebut, apa tanggapan Anda tentang keadaan yang ada di sana?

Pasti jawaban Anda akan seperti berikut ini: “Terminal tersebut sudah cukup dipadati oleh kendaraan ditambah lagi dengan para pedagang yang membuka tenda sebagai
tempat dagangannya”.

Bila jawaban Anda demikian, pertanyaan selanjutnya, apa yang harus dilakukan oleh pengelola terminal tersebut?

Sudah tentu Anda akan berkata, “perlu adanya penataan kembali atau bila sudah sangat parah karena kapasitas terminalnya tidak mencukupi, maka seharusnya dipindah ke tempat yang lebih luas”.

Berbicara mengenai penataan, bukan tidak mungkin kesemrawutan terminal tersebut karena adanya kesalahan dalam penanganan ( mismanagement).

Lalu, bagaimana supaya tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaan suatu usaha atau kegiatan?

Dari sinilah perlunya mempelajari dan memahami manajemen.
Apa itu manajemen?

Baiklah, di bawah ini Anda akan mempelajari pengertian manajemen dan istilah-istilah yang berhubungan dengannya.


Pengertian Manajemen | Prinsip Manajemen | Tingkatan Manajemen | Fungsi Manajemen
//

A.

Pengertian Manajemen

Istilah manajemen berasal dari kata management (bahasa Inggris), turunan dari kata “ to manage” yang artinya mengurus atau tata laksana atau ketata laksanaan. Sehingga manajemen dapat diartikan bagaimana cara manajer (orangnya) mengatur, membimbing dan memimpin semua orang yang menjadi pembantunya agar usaha yang sedang digarap dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Banyak ahli yang memberikan definisi tentang manajemen, diantaranya:

1.

Harold Koontz & O’ Donnel dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management” mengemukakan, “Manajemen adalah berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain”.

2.

George R. Terry dalam buku dengan judul “Principles of Manajemen” memberikan definisi: “ Manajemen adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

3.

James A. F. Stoner, menyatakan bahwa “Manajemen adalah seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang-orang”.

Dari penjelasan di atas coba Anda susun sebuah definisi manajemen!

Manajemen adalah ……………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………

Bila kita simpulkan maka manajemen berarti proses pencapaian tujuan melalui kerja orang lain.


Pengertian Manajemen | Prinsip Manajemen | Tingkatan Manajemen | Fungsi Manajemen
//

B.

Prinsip Manajemen

Di atas telah dijelaskan bahwa manajemen itu berarti proses pencapaian tujuan melalui kerja orang lain. Untuk dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien maka harus didasarkan pada prinsip-prinsip manajemen.

Prinsip manajemen adalah dasar-dasar atau pedoman kerja yang bersifat pokok yang tidak boleh diabaikan oleh setiap manajer/pimpinan.

Dalam prakteknya harus diusahakan agar prinsip-prinsip manajemen ini hendaknya tidak kaku, melainkan harus luwes, yaitu bisa saja diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan.

Menurut Henry Fayol, prinsip-prinsip manajementerdiri dari empat belas macam, yaitu:

1.

Pembagian kerja yang berimbang
Dalam membagi-bagikan tugas dan jenisnya kepada semua kerabat kerja, seorang manajer hendaknya tidak bersifat pilih kasih atau pilih bulu, melainkan harus bersikap sama baik dan memberikan beban kerja yang berimbang.

2.

Pemberian kewenangan dan rasa tanggung jawab yang tegas dan jelas
Setiap kerabat kerja atau karyawan hendaknya diberi wewenang sepenuhnya untuk melaksanakan tugasnya itu dengan baik dan mempertanggung jawabkannya kepada atasan langsung.

3.

Disiplin
Disiplin ialah kesedian untuk melakukan usaha atau kegiatan nyata (bekerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya) berdasarkan rencana, peraturan dan waktu (waktu kerja) yang telah ditetapkan.

4.

Kesatuan perintah
Setiap karyawan atau kerabat kerja hendaknya hanya menerima satu jenis perintah dari seorang atasan langsung (mandor/kepala seksi/kepala bagian), bukan dari beberapa orang yang sama-sama merasa menjadi atasan para karyawan/kerabat kerja tersebut.

5.

Kesatuan arah
Kegiatan hendaknya mempunyai tujuan yang sama dan dipimpin oleh seorang atasan langsung serta didasarkan pada rencana kerja yang sama (satu tujuan, satu rencana, dan satu pimpinan).

6.

Mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi
Ketika seseorang sedang bekerja sebagai kerabat kerja, maka semua kepentingan pribadi harus dikesampingkan/diabaikan atau disimpan dalam hati.

7.

Penggajian
Pemberian gaji dan cara pembayarannya hendaknya diusahakan sedapat mungkin bisa memuaskan.

8.

Pemusatan wewenang (sentralisasi)
Wewenang atau kewenangan untuk menentukan kebijaksanaan umum hendaknya dipegang oleh administrator (sentralisasi/dari pusat).

9.

Jenjang jabatan (hirarki)
Para karyawan harus tunduk dan taat kepada mandor, para mandor harus tunduk dan taat kepada kepala seksi (manajemen tingkat rendah), para kepala seksi harus tunduk dan taat kepada kepala bagian (manajemen tingkat menengah) dan para kepala bagian harus tunduk dan taat kepada
administrator (manajemen tingkat atas).

10.

Tata tertib
Di dalam tata tertib terdapat perintah dan larangan, perizinan dan berbagai peraturan lainnya yang menjamin kelancaran pekerjaan segenap kerabat kerja tanpa kecuali.

11.

Keadilan
Segenap karyawan harus dianggap sama pentingnya dan sama baiknya serta kalau terjadi perselisihan antar mereka tidak boleh ada yang dibela, melainkan harus dilerai melalui musyawarah dan mufakat berdasarkan rasa
kekeluargaan.

12.

Pemantapan jabatan
Setiap pejabat atau karyawan hendaknya tidak sering diubah-ubah tugas dan jabatannya.

13.

Prakarsa
Prakarsa atau inisiatif yang timbul di kalangan kerabat kerja hendaknya mendapat penghargaan/sambutan yang layak.

14.

Solidaritas atau rasa setia kawan
Rasa setia kawan biasanya muncul berkat kerja sama dan hubungan baik antar kawan. Hal ini hendaknya dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan yang positif, konstruktif dan rasional.

Selanjutnya, bagaimana kalau prinsip-prinsip manajemen di atas tidak dilaksanakan? Sudah pasti tujuan yang telah ditetapkan sulit untuk dicapai. Ambil contoh prinsip pembagian kerja yang berimbang. Jika prinsip ini tidak dilaksanakan maka akan timbul perpecahan diantara para kerabat kerja/karyawan. Karena ada yang diberi tugas yang banyak dan ada pula yang sedikit, padahal mereka memiliki kemampuan yang sama.

Contoh lain, dalam prinsip kesatuan perintah. Jika prinsip ini tidak dilaksanakan maka kerabat kerja/karyawan akan bingung. Sebab perintah yang diterima bermacam-macam serta dari sumber yang berbeda-beda sehingga tujuan yang utama tidak akan tercapai.

Cobalah Anda memberikan contoh yang lain dari prinsip manajemen yang lain, yang menggambarkan bahwa apabila tidak melaksanakan prinsip manajemen, maka suatu usaha atau kegiatan sulit untuk mencapai tujuan.

Apakah Anda dapat memahami uraian di atas? Cobalah uji pemahaman Anda dengan melingkari jawaban yang betul!

Setiap karyawan atau kerabat kerja hendaknya hanya menerima perintah dari atasan langsung. Prinsip yang cocok untuk pengertian tersebut adalah….
a. pemberian kewenangan
b. kesatuan perintah
c. kesatuan arah
d. pemusatan wewenang
e. jenjang jabatan.

Jawaban mana yang Anda pilih? Pasti Anda akan melingkari huruf b, karena memang itulah jawaban yang benar.


C.

Tingkatan Manajemen

Coba Anda ingat kembali pengertian manajemen di bagian A! Masih ingat bukan?

Pada pengertian tersebut dikatakan bahwa manajemen adalah proses pencapaian tujuan melalui kerja orang lain. Dengan demikian berarti dalam manajemen terdapat minimal 4 (empat) ciri, yaitu:
1. ada tujuan yang hendak dicapai,
2. ada pemimpin (atasan),
3. ada yang dipimpin (bawahan),
4. ada kerja sama.

Khusus menyangkut masalah pemimpin (atasan) harus memiliki berbagai kemampuan ( skills). Kemampuan ( skills) yang dimaksud terdiri dari:

1.

Managerial skills (entrepreneurial), yaitu kemampuan untuk mempergunakan kesempatan secara efektif serta kecakapan untuk memimpin usaha-usaha yang penting.

2.

Techological skills, yaitu keahlian khusus yang bersifat ekonomis teknis yang diperlukan pada pelaksanaan pekerjaan ekonomis.

3.

Organisational skills, yaitu kecerdasan untuk mengatur berbagai usaha.

Perhatikan gambar 1.2 berikut!   Keterangan:
A = Lingkaran badan usaha atau instansi pemerintah maupun swasta.
MS = Managerial Skills
TS = Technological Skills
OS = Organisational Skills

Apa yang bisa Anda kemukakan dari gambar di atas? Gambar di atas menunjukkan bahwa berhasil tidaknya suatu badan usaha atau instansi mencapai tujuan tergantung pada ketiga kemampuan yang harus dimiliki pimpinannya.

Dalam kenyataannya tidak setiap pemimpin harus memiliki seluruh kemampuan dengan tingkat intensitas yang sama. Sebab pemimpin itu sendiri dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) tingkatan. Sehingga kemampuan yang harus dimilikinya pun tentu berbeda.

Adapun tingkatan kepemimpinan atau manajemen terdiri dari:
1. Top Management (Manajemen Tingkat Atas)
2. Middle Management (Manajemen Tingkat Menengah)
3. Lower Management (Manajemen Tingkat Rendah).

Jumlah manajemen pada setiap tingkatan tergantung pada besar kecilnya suatu organisasi atau instansi. Namun demikian, biasanya Top Management jumlahnya akan lebih sedikit dari pada Middle Management, dan Middle Management lebih sedikit daripada Lower Management.    Menurut Henry Fayol, prosentase kecakapan/kemampuan pada tingkat manajer seperti tampak pada gambar di bawah ini.   Jadi semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin banyak memerlukan keterampilan administrasi/manajemen, tetapi keterampilan operasionalnya semakin rendah. Sebaliknya semakin rendah kedudukan seseorang, maka keteramplian operasionalnya semakin tinggi, sedangkan keterampilan administrasinya/manajemennya makin rendah.

Dengan bahasa yang sederhana, sebetulnya ketiga jenis tingkatan manajemen tersebut bekerja pada waktu yang sama, tetapi jenis kegiatannya berbeda. Manajemen Tingkat Atas lebih banyak bekerja dengan pikiran, sedikit sekali bekerja secara fisik atau tenaga. Manajemen Tingkat Menengah, antara kerja pikir dengan kerja fisik boleh dikatakan seimbang. Sedangkan Manajemen Tingkat Bawah, bekerja dengan pikiran sedikit sekali, sementara dengan fisik atau tenaga amat besar/banyak.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut!   Sampai tingkatan manajemen di atas, apakah Anda sudah paham? Cobalah uji dulu pemahaman Anda dengan menjawab pertanyaan di bawah ini!

Apa yang dimaksud dengan Top Management?
Sebutkan yang termasuk Top Management!

Jawab:
Top Management adalah ……………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………….
Contoh Top Management diantaranya ……………………………………………
………………………………………………………………………………………………….

Bandingkan jawaban Anda dengan uraian di atas!


Pengertian Manajemen | Prinsip Manajemen | Tingkatan Manajemen | Fungsi Manajemen
//

D.

Fungsi Manajemen

Bisakah Anda menjelaskan pengertian fungsi manajemen? Bila belum bacalah uraian berikut ini!

Fungsi Manajemen ialah berbagai jenis tugas atau kegiatan manajemen yang mempunyai peranan khas dan bersifat saling menunjang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Banyak sekali ahli yang mengemukakan tentang fungsi manajemen ini. Ambil contoh misalnya George R. Terry. Dia menyebutkan bahwa fungsi manajemen terdiri dari:
a. Planning (Perencanaan)
b. Organizing (Pengorganisasian)
c. Actuating (Penggerakkan)
d. Controlling (Pengawasan). Sedangkan Harold Koontz dan Cyril O’Donnel membagi fungsi manajemen menjadi:
a. Planning (Perencanaan)
b. Organizing (Pengorganisasian)
c. Staffing (Penyusunan Pegawai)
d. Directing (Pembinaan Kerja)
e. Controlling (Pengawasan). Tidak jauh berbeda dengan pendapat para ahli di atas, Henry Fayol mengemukakan bahwa fungsi manajemen terdiri dari:
a. Planning (Perencanaan)
b. Organizing (Pengorganisasian)
c. Commanding (Pemberian Komando)
d. Coordinating (Pengkoordinasian)
e. Controlling (Pengawasan). Ahli lain yang bernama Lyndall F. Urwick menambahkan pendapat Henry Fayol dengan Forecasting (Peramalan), sehingga urutannya menjadi:
a. Forecasting (Peramalan)
b. Planning (Perencanaan)
c. Organizing (Pengorganisasian)
d. Commanding (Pemberian Komando)
e. Coordinating (Pengkoordinasian)
f. Controlling (Pengawasan). Selanjutnya Luther Gullick membagi fungsi manajemen menjadi:
a. Planning (Perencanaan)
b. Organizing (Pengorganisasian)
c. Staffing (Penyusunan Pegawai)
d. Directing (Pembinaan Kerja)
e. Coordinating (Pengkoordinasian)
f. Reporting (Pelaporan)
g. Budgeting (Anggaran). Untuk lebih jelasnya, berikut ini Anda akan mempelajari uraian singkat tentang fungsi manajemen yang paling banyak digunakan.

Perencanaan (Planning) ialah fungsi manajemen yang harus bisa menjawab rumus SWIH. WHAT(apa) yang akan dilakukan, WHY (mengapa) harus melakukan apa, WHEN (kapan) melakukan apa, WHERE (dimana) melakukan apa, WHO (siapa) yang melakukan apa, HOW (bagaimana) cara melakukan apa,

Pengorganisasian (Organizing) ialah fungsi manajemen yang berhubungan dengan pembagian tugas. Siapa mengerjakan apa dan siapa bertanggung jawab pada siapa.

Penggerakkan (actuating) yaitu fungsi manajemen yang berhubungan dengan bagaimana cara menggerakkan kerabat kerja (bawahan) agar bekerja dengan penuh kesadaran tanpa paksaan.

Pengawasan ( Controlling) disebut juga fungsi pengendalian. Suatu proses untuk mengukur atau membandingkan antara perencanaan yang telah dibuat dengan pelaksanaan. Dengan adanya pengawasan ini, diharapkan jangan sampai terjadi kesalahan atau penyimpangan.

Disamping itu, Forecasting (Peramalan) sering dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Forecasting ialah kegiatan meramalkan, memproyeksikan atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rencana yang lebih pasti dapat dilakukan.

Selanjutnya, pernahkah Anda memperhatikan bagaimana sebuah kesebelasan sepak bola mengorganisir pelatih dan para pemainnya dalam rangka mencapai suatu tujuan yaitu menciptakan gol? Tentunya pernah bukan? Atau bahkan Anda sendiri termasuk pemain atau pelaku dalam suatu pertandingan.

Coba Anda perhatikan gambar berikut ini!     Dalam bidang ekonomi, penerapan prinsip dan fungsi manajemen semakin terasa. Misalnya di perusahaan konveksi yang menghasilkan pakaian jadi. Di perusahaan tersebut terlebih dahulu ditetapkan jenis pakaian apa yang akan dihasilkan. Kemudian ada pembagian tugas untuk mengukur, membuat pola, memotong bahan, menjahit, mengobras dan lain-lain. Akan tetapi walaupun tugasnya berbeda-beda, namun tujuan akhirnya sama, yaitu jenis pakaian yang telah direncanakan semula. Disinilah perlunya kerjasama antar karyawan dan dibimbing oleh pimpinan. Jika tidak, maka semua yang menjadi kerabat kerja akan merugi, begitu pula pimpinan dan perusahaan pada umumnya. Dari penjelasan dan gambaran tentang fungsi manajemen di atas, bisakah Anda mencoba menyusun perencanaan dengan terlebih dahulu melakukan peramalan ( forecasting)? Coba Anda ikuti langkah berikut dan jawablah pertanyaannya!

1. Apakah Anda punya cita-cita? Saya yakin Anda memiliki cita-cita yang bagus, sebutkan! Anggaplah cita-cita Anda sebagai tujuan!
2. Pernahkah Anda mempertimbangkan baik buruk dan kemungkinankemungkinan tentang cita-cita Anda? Cobalah Anda pikirkan! Ini merupakan peramalan ( forecasting).
3. Lalu apa ( What) yang Anda persiapkan untuk mencapai cita-cita tersebut?
4. Mengapa ( Why) Anda memilih cita-cita tersebut?
5. Kapan ( When) kira-kira cita-cita tersebut bisa Anda raih?
6. Dimana ( Where) cita-cita Anda tersebut bisa diraih?
7. Siapa ( Who) saja orang-orang yang bisa bekerja sama untuk membantu
mewujudkan cita-cita Anda?
8. Bagaimana ( How) cara Anda mewujudkan cita-cita tersebut?

Bila Anda telah mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, berarti Anda telah mampu menyusun sebuah perencanaan. Bagaimana merencanakan suatu kegiatan usaha dalam suatu organisasi/instansi? Pada dasarnya langkahlangkahnya sama, tinggal apa tujuannya. Sekarang masihkah ada materi-materi dari kegiatan belajar 1 tentang Manajemen Umum tersebut di atas yang belum Anda pahami? Bila masih ada baca lagi dengan lebih teliti supaya lebih paham. Sebaliknya bila semuanya sudah dipahami, jawablah pertanyaan-pertanyaan tugas 1 di bawah ini tanpa melihat jawabannya! Setelah selesai menjawab seluruh pertanyaan tugas 1, maka Anda baru boleh melihat jawabannya yang tepat. Kemudian bandingkan dengan jawaban Anda. Bila 75% jawaban Anda benar, berarti Anda dianggap cukup memahami materi Manajemen Umum di atas. Bila belum, baca lagi uraian materinya dan coba pahami lagi.


Pengertian Manajemen | Prinsip Manajemen | Tingkatan Manajemen | Fungsi Manajemen
//

BIDANG MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN

Setelah Anda mempelajari kegiatan belajar kedua ini, diharapkan dapat:
– menjelaskan permasalahan manajemen produksi,
– menguraikan masalah manajemen pemasaran,
– menjelaskan mengenai manajemen keuangan,
– menguraikan masalah manajemen personalia,
– menjelaskan pengertian wirausaha,
– menyebutkan peranan wirausaha,
– menyebutkan ciri-ciri wirausaha
– menyebutkan syarat-syarat wirausaha, dan
– menyebutkan bidang usaha wirausaha.
Anda telah memahami seluruh materi kegiatan belajar tentang Manajemen Umum. Selanjutnya Anda akan mempelajari materi Bidang-bidang Manajemen dan Kewirausahaan.

Setiap organisasi bisnis atau badan usaha baik milik pemerintah maupun swasta, tentunya memiliki tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Untuk mencapai tujuan tersebut setiap badan usaha memiliki cara yang berbeda-beda. Adayang memiliki banyak perusahaan, ada yang memiliki banyak cabang dan perwakilan, serta ada juga dengan cara-cara lain yang sekiranya dapat meraih keuntungan, termasuk dengan memperbanyak promosi atau iklan.

Dalam Kegiatan Belajar 2 ini Anda akan diajak untuk mempelajari tentang Bidang bidang Manajemen dan Kewirausahaan.


Bidang-bidang Manajemen | Kewirausahaan//

//

Top of Form

Semua subjek Artikel Event Materi Pokok Modul Online News Pengetahuan Populer Telekolaborasi VOD

Bottom of Form

Home | Halaman Utama | Bahan Belajar | Komunitas | Info | FAQ

Home » Modul Online SMA » Kelas XI » Ekonomi » Manajemen Umum Dan Bidang-bidang Manajemen

B. Kewirausahaan
Semenjak negara kita dilanda krisis ekonomi khususnya, masyarakat berusaha dengan berbagai cara untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Pedagang kakilimasemakin bertambah banyak, warung-warung tenda bertebaran demi untuk mendapatkan rejeki yang halal. Bagaimana tidak, anggota keluarga dan kepala keluarganya tetap membutuhkan pemenuhan kebutuhan. Angka putus sekolah semakin banyak, PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) kerap terjadi, jadi pegawai/ karyawan swasta susah apalagi pegawai negeri.

Sekarang Anda mungkin belum merasakan susahnya mencari uang, tetapi pada tahun-tahun yang akan datang dapat merasakan. Mencari uang susah, sementara untuk membelanjakannya sangat gampang. Tak heran banyak orang yang melakukan kejahatan. Dari sini latar belakang mengapa Anda perlu belajar berwirausaha, walaupun di antara Anda mungkin ada yang sudah bisa bekerja untuk memperoleh uang.   Apakah wirausaha itu? Bila belum pelajari terus materi berikut!

1. Pengertian kewirausahaan
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu.

Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.

Sedangkan hasil lokakarya Sistem Pendidikan dan Pengembangan di Indonesia tahun 1978, mendefinisikan “Wirausahawan adalah pejuang kemajuan yang mengabdikan diri kepada masyarakat dengan wujud pendidikan dan bertekad dengan kemampuan sendiri membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang makin meningkat dan memperluas lapangan kerja”.

Dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa:

a. Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan.
b. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih
besar.

Jadi wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukan usaha/kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan kewirausahaan menunjuk kepada sikap mental yang dimiliki seorang wirausaha dalam melaksanakan usaha/kegiatan.

Sampai pengertian kewirausahaan ini, apakah Anda sudah paham? Bila belum baca lagi berulang-ulang. Selanjutnya coba Anda pahami peranan wirausaha berikut!

2. Peranan Wirausaha
Berdasarkan pengertian dari wirausaha dan kewirausahaan di atas, cobalah Anda susun peranan wirausaha! Lalu Anda bandingkan dengan poin-poin berikut!
a. Sebagai salah satu jalan keluar untuk memecahkan masalah ketenagakerjaan (mengurangi pengangguran).
b. Turut membangun perekonomian nasional dengan tidak membebani pemerintah dan masyarakat.
c. Meningkatkan pendapatan masyarakat.
d. Meningkatkan produktivitas faktor-faktor produksi.

Jawaban Anda, apakah sesuai dengan poin-poin tersebut? Tentu ada kesesuaian bukan?

3. Ciri-ciri Wirausaha
Dari uraian-uraian yang telah Anda pelajari, dapat ditarik suatu kesimpulan yang lebih rinci bahwa wirausaha memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. berpikir teliti, inovatif dan kreatif;
b. berani mengambil resiko dan percaya pada diri sendiri;
c. berorientasi ke depan;
d. mengutamakan prestasi, tahan uji, tekun dan tidak mudah menyerah;
e. jujur, bertanggung jawab dan teguh pendirian;
f. memiliki etos kerja tinggi dan tangguh menghadapi persaingan;
g. membiasakan diri bersikap positif dan selalu bersemangat dalam setiap pekerjaan;
h. mensyukuri diri, waktu dan lingkungan;
i. selalu berusaha meningkatkan keunggulan dan citra perusahaan;
j. selalu berupaya mencapai dan menghasilkan karya yang lebih baik untuk langganan, pemilik, pemasok, tenaga kerja, masyarakat, bangsa dan negara.

Cobalah Anda sebutkan contoh konkret dari ciri-ciri wirausaha di atas!

4. Syarat-syarat Wirausaha
Bagaimanakah supaya dapat menjadi seorang wirausaha yang berhasil? Di bawah ini Anda akan mempelajari syarat-syarat sebagai wirausaha. Adapun syarat-syarat tersebut adalah:
a. memiliki sikap mental yang positif
b. memiliki keahlian di bidangnya
c. mempunyai daya pikir yang kreatif
d. rajin mencoba hal-hal yang baru (inovatif)
e. memiliki semangat juang (motivasi)
f. mampu mengantisipasi berbagai resiko dan persaingan.

Selanjutnya coba Anda uraikan masing-masing syarat wirausaha di atas dengan memberikan contoh.

Apakah Anda dapat memahami materi kewirausahaan di atas sampai dengan syarat wirausaha? Bila belum baca lagi. Bila sudah paham, uji dulu pemahaman Anda dengan menjawab pertanyaan berikut!

Wirausaha adalah …………………………………………………………………..
Kewirausahaan adalah …………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………..

Bisakah Anda menjawab pertanyaan di atas? Bila belum, baca dan pahami lagi uraian di atas tentang wirausaha dan kewirausahaan.

Perhatikan pernyataan di bawah ini!
1. Memiliki sikap mental yang positip
2. Rajin mencoba hal-hal yang baru
3. Berorientasi ke depan
4. Jujur, bertanggung jawab dan teguh pendirian
5. Mempunyai daya pikir yang kreatif
Dari pernyataan di atas, yang termasuk syarat menjadi wirausaha
adalah….
a. 1, 2, 3
b. 2, 3, 4
c. 3, 4, 5
d. 1, 2, 5
e. 2, 4, 5.

Apa jawaban Anda? Pasti Anda menjawab d, karena itulah yang benar.

5. Bidang usaha Wirausaha
Jiwa wirausaha bisa dimiliki siapa saja, termasuk Anda. Umumnya orang mengenal wirausaha identik dengan bidang perekonomian, tetapi sebetulnya dapat juga dalam bidang lain seperti penyaluran hobi (kesukaan).
Di bidang perekonomian, wirausaha bergerak di berbagai sektor usaha, baik formal maupun informal.
a. Sektor Formal, antara lain:
1). industri, baik yang menghasilkan barang maupun jasa, mulai dari industri kecil, sedang sampai besar;
2). perdagangan, baik lokal, nasional maupun internasional;
3). jasa, termasuk bidang pendidikan;
4). Agraris, baik pertanian, perkebunan maupun peternakan dan perikanan.
b. Sektor Informal, antara lain:
1). industri rumah tangga;
2). perdagangan, jasa, agraris dan usaha lain sebagai kegiatan dan usaha sampingan.
Sampai dengan bidang wirausaha di atas, apakah Anda sudah memahami seluruh materi kewirausahaan di atas? Coba Anda buktikan kemampuan pemahaman Anda dalam berwirausaha dengan membuka usaha kecil-kecilan di lingkungan sekitar tempat tinggal Anda!

Selanjutnya, sebagai alat uji pemahaman Anda terhadap materi Kewirausahaan, jawablah setiap materi tugas berikut ini tanpa melihat jawabannya!


Bidang-bidang Manajemen | Kewirausahaan//

// //

//

Top of Form

Semua subjek Artikel Event Materi Pokok Modul Online News Pengetahuan Populer Telekolaborasi VOD

Bottom of Form

Home | Halaman Utama | Bahan Belajar | Komunitas | Info | FAQ

Home » Modul Online SMA » Kelas XI » Ekonomi » Manajemen Umum Dan Bidang-bidang Manajemen

KEGIATAN 2

a.

Jelaskan pengertian wirausaha dan kewirausahaan!

b.

Sebutkan peranan wirausaha!

c.

Sebutkan ciri-ciri wirausaha minimal 5!

d.

Mengapa seorang wirausaha harus memiliki daya pikir yang kreatif?

e.

Sebutkan ciri sektor usaha informal!

f.

Mengapa wirausaha harus berorientasi ke depan?

Akhirnya saya ucapkan “Semoga Anda berhasil dalam Tes Akhir Modul, sehingga dapat melanjutkan ke modul berikutnya di jenjang yang lebih tinggi”.

Amin.


//

// //

//

Top of Form

Semua subjek Artikel Event Materi Pokok Modul Online News Pengetahuan Populer Telekolaborasi VOD

Bottom of Form

Home | Halaman Utama | Bahan Belajar | Komunitas | Info | FAQ

Home » Modul Online SMA » Kelas XI » Ekonomi » Manajemen Umum Dan Bidang-bidang Manajemen

PENUTUP
A. RANGKUMAN
Selamat, Anda telah menyelesaikan modul ini dengan baik. Saya yakin Anda telah paham seluruh isinya yang terdiri dari dua kegiatan belajar. Seperti yang telah Anda baca dan pelajari, modul ini berisi kegiatan belajar tentang Manajemen Umum serta Bidang-Bidang Manajemen dan Kewirausahaan.

Dalam kegiatan belajar pertama, Anda telah mempelajari pengertian, prinsip, tingkatan dan fungsi manajemen. Kemudian pada kegiatan belajar kedua, Anda mempelajari manajemen perkantoran, produksi, pemasaran, keuangan, personalia dan kewirausahaan.

Istilah manajemen berasal dari kata management (bahasa inggris) turunan dari kata “to manage” yang artinya mengurus atau tata laksana atau ketatalaksanaan. Sehingga managemen dapat diartikan bagaimana cara manager(orangnya) mengatur, membimbing dan memimpin semua orang yang menjadi pembantunya agar usaha yang sedang digarap dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam arti yang sangat sederhana, managemen berarti proses pencapaian tujuan melalui kerja orang lain. Dewasa ini bidang kajian manajemen telah berkembang, sehingga membentuk bidang-bidang yang lebih spesifik. Bidang-bidang tersebut terdiri dari:
1. Manajemen Perkantoran
2. Manajemen Produksi
3. Manajemen Pemasaran
4. Manajemen keuangan
5. Manajemen Personalia

Setiap Manajer senantiasa dituntut untuk meningkatkan kemampuannya dalam berwirausaha agar bisa mencapai tujuan usaha atau organisasi.

B.TINDAK LANJUT

Sebagai tindak lanjut dari modul ini, cobalah Anda bertanya kembali pada diri sendiri, apakah betul seluruh materi di atas sudah dipahami? Bila jawabannya sudah paham dengan betul, memang itu saya harapkan. Sebaliknya, bila belum, baca lagi uraian di atas, coba diskusikan dengan teman atau bertanya kepada Guru Bina Anda.

Akhirnya saya ucapkan “Selamat mengikuti Tes Akhir Modul, semoga berhasil!” Dan “Semoga dapat berjumpa kembali di modul-modul berikutnya di jenjang yang lebih tinggi!”


//

// //

//

Top of Form

Semua subjek Artikel Event Materi Pokok Modul Online News Pengetahuan Populer Telekolaborasi VOD

Bottom of Form

Home | Halaman Utama | Bahan Belajar | Komunitas | Info | FAQ

Home » Modul Online SMA » Kelas XI » Ekonomi » Manajemen Umum Dan Bidang-bidang Manajemen

DAFTAR ISTILAH

Actuating : Penggerakan
Budgeting : Anggaran
Commanding : Pemberian Komando
Controlling : Pengawasan
Coordinating : Pengkoordinasian
Directing : Pembinaan Kerja
Forecasting : Peramalan
Lower Management : Manajemen tingkat bawah
Middle Management : Manajemen tingkat menengah
Organizing : Pengorganisasian
Planning : Perencanaan
Reporting : Pelaporan
Staffing : Penyusunan staff (pegawai)
Top Management : Manajemen tingkat tinggi

DAFTAR PUSTAKA

 


//

// //

//
// ]]>

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s